di pagi buta aku tetap mengingatnya

pagi ini aku menarik selimut rapat-rapat untuk menutupi tubuhku, bener bener dingin ding!… kucari kehangatan dari balik selimut, tapi ternyata sia-sia saja. aku baru saja akan memejamkan mata, saat pintu diketuk perlahan oleh bundaku, tuch kan bunda tersayangku pasti udah nunggu dan bangun dari tadi, jadi malu dech harusnya aku lebih rajin dari beliau, umur beliau sudah tua tapi tetep aja segar dan seamangat ibadah, kuseret langkahku, mencoba melawan rasa kantuk yang bergelantungan di pelupuk mata. dinginnya air menyegarkan mata, kubasuh perlahan mulai dari muka, tangan ubun-ubun secara berurutan.

sujud terakhir kuselesaikan dengan khusuk, deg. allah aku mengingatnya lagi, bahkan di pagi buta seperti ini aku masih juga mengingatnya, aku menangis kala itu, tersedu di depanmu, aku cemburu, cemburu melihat kekhusyukan hambaMu yang jauh lebih baik daripada hamba, aku telah berkhianat pada hatiku sendiri, kenapa aku memikirkannya, aku harus melawannya. harus. kuperhatikan bunda yang masih khusuk dalam doa, di depan kami bapak juga tampak tangguh walaupun dengan kopiyah lusuhnya, aku mengecilkan volome tangisku, berharap dua orang terkasihku tak tahu apa yang terjadi… saat itulah aku sadar jika aku benar-benar cemburu, bukan hanya pada Allah tapi juga pada bintang…karena baru tadi pagi aku mendengarnya pergi dalam suatau tugas bersama si X ke kota Y dan mereka hanya berdua!. tangisku makin jadi… allah sebegitu hanifnya aku?

1 Komentar

  1. Ndah berkata,

    Juli 7, 2008 pada 1:00 am

    syirkun!!!

    masa’ ingat dy terus???
    Istighfar!!! istighfar!!!!
    Dzikir!!! udzkur Lillah!!!


Tulis sebuah Komentar